Saya Adalah.......

Selasa, 29 Maret 2011

Istilah dalam racikan kopi.......




Minum kopi di sebuah kedai yang cozy sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kota besar termasuk Jakarta. Ngopi, istilah umumnya, memang membawa kenikmatan tersendiri bagi penggemar kopi.

Mungkin Anda salah satu yang sering menghabiskan waktu di kedai kopi untuk sekadar nongkrong bersama teman menikmati kopi kesukaan Anda. Tapi apakah Anda tahu istilah cita rasa kopi selain ungkapan ‘harum’, ‘sedap’ atau ‘nikmat’ saja?

Racikan kopi banyak ragamnya. Dan racikan tersebut tidak dibuat asal-asalan. Semua ada resep takarannya. Dalam industri kopi, tugas utama professional coffee tasters adalah memonitor rasa dan kualitas racikan kopi. Merekalah yang kemudian menciptakan berbagai istilah cita rasa kopi yang lebih spesifik.

Berikut ini beberapa daftar ungkapan kopi yang sering disebut.

Astringent – Rasa yang tertinggal di mulut dengan sensasi asin di sisi lidah.

Baggy – Rasa kurang sedap karena biji kopi yang disimpan terlalu lama dalam kondisi kurang bagus.

Baked – Aroma yang terkuar dari kopi yang dipanggang terlalu lama dalam suhu yang terlalu rendah.

Beany – Aroma biji kopi panggang yang belum mengeluarkan cita rasa maksimalnya.

Bitter – Rasa yang tajam dari biji kopi yang dipanggang lama.

Bready – Cita rasa mirip roti yang ada pada racikan kopi yang bijinya tidak dipanggang terlalu lama atau dalam suhu tinggi sehingga tak memunculkan rasa minyak.

Bright – Rasa ringan, kering tapi tajam yang merupakan cirri khas cita rasa kopi Amerika Tengah.

Buttery – Rasa yang sedikit berminyak dan kental.

Caramelly – Cita rasa karamel atau toffee.

Chocolatey – Cita rasa cokelat.

Creamy – Kandungan minyak kopi yang tinggi yang dihasilkan melalui proses racikan biji kopi.

Delicate – Efek rasa manis ringan yang tertinggal di lidah.

Earthy – Karakteristik aroma tanah atau debu yang tertinggal di biji kopi yang lama tersimpan dalam gudang penyimpanan yang dekat dengan tanah. Biasanya cita rasa ini ada pada biji kopi khas Sumatra.

Exotic – Aroma yang tak biasa, misalnya dari rempah, bunga, atau buah.

Fermented – Rasa kurang sedap yang menyebabkan sensasi cita rasa asam. Merupakan hasil enzim biji kopi yang masih muda.

Flat – Rasa hambar karena sudah kehilangan aroma.

Fragrant or floral – Aroma penyedap rasa dari bunga misalnya melati.

Fruity – Cita rasa buah seperti beri atau sitrus.

Grassy – Rasa seperti aroma rumput yang baru dipotong.

Green –Cita rasa herbal yang terjadi karena efek penambahan gula yang kurang komplit saat proses roasting.

Hard – Cita rasa yang kurang seimbang, lebih cenderung asam, karena kadar asam yang sangat tinggi.

Harsh – Rasa tajam atau sedikit pedas menyengat lidah.

Herby – Rasa mirip sayuran.

Lifeless – Hambar.

Mellow – Rasa lembut dan sedap karena kadar asam yang ringan.

Muddy – Kental dan hambar.

Musty – Cita rasa ‘tua’ yang biasa terdapat pada biji kopi yang lama disimpan dan merupakan rasa khas kopi Jawa.

Nippy – Efek cita rasa manis yang tertinggal di ujung lidah.

Nutty – Cita rasa kacang.

Oily – Rasa kopi yang seperti berminyak karena cairan dari biji kopi.

Oniony – Cita rasa mirip bawang.

Piquant – Sensasi rasa manis yang tertinggal di ujung lidah, tipikal rasa khas kopi Kenya.

Point – Kopi dengan keseluruhan nilai baik untuk keasaman, bentuk, dan rasa.

Potatoy – Rasa dan aroma seperti kentang mentah.

Quakery – Rasa mirip kacang-kacangan, biasanya mucul pada kopi yang menggunakan biji kopi muda.

Rancid – Rasa tak enak akibat oksidasi tinggi pada biji kopi.

Rich – Aroma kopi yang sangat kuat dan kaya rasa.

Round – Karakteristik kopi sangat baik dan seimbang sehingga tak ada rasa yang terlalu mendominasi.

Rough – Efek sensasi rasa asin di lidah.

Scorched – Aroma yang sedikit berasa hangus karena pemanggangan biji kopi yang terlalu cepat dalam suhu tinggi sehingga menimbulkan banyak asap.

Stale – Rasa kurang sedap karena masuknya oksigen ke dalam biji kopi yang membuatnya jadi lembab.

Sharp – Kopi dengan cita rasa sedikit asin yang tertinggal di lidah.

Smooth – Tingkat komponen minyak pada kopi rendah.

Soft – Sensasi rasa yang halus lembut karena tidak ada rasa yang terlalu dominan.

Sound – Kopi tanpa nilai positif dan negatif yang spesifik.

Spicy – Sensasi rasa rempah seperti kayu manis atau cengkeh.

Strong – Rasa kuat dari biji kopi berkualitas.

Sweaty –Rasa yang kurang sedap karena penyimpanan biji kopi yang kurang baik baik sehingga biji kopi mengeluarkan zat tertentu.

Sweet – Aroma yang bebas dari rasa tajam atau pedas.

Thick – Level tinggi material solid yang member rasa kental.

Thin – Level material solid rendah sehingga terasa lebih encer.

Twisty – Kopi dengan kualitas negatif dari gelas ke gelas.

Unclean – Rasa biji kopi yang kurang jernih karena cara penyimpanan yang kurang baik.

Variety – Gambaran kualitas gas yang terdapat pada kopi saat menguarkan aroma.

Watery – Nilai kurang dalam kualitas biji kopi sehingga hambar.

Weak – Rasa tidak hambar tapi kualitas biji kurang baik.

Winey – Cita rasa yang memberi sensasi mirip wine.

Wild – Rasa istimewa seperti aroma kayu akibat biji kopi disimpan terlalu lama.

Woody – Rasa kurang sedap seperti kayu kering. Bisa terjadi karena hilangnya material organik pada biji kopi saat penyimpanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN KOMENTAR