Saya Adalah.......

Kamis, 21 April 2011

Cemburu, Bumbu Cinta untuk Orgasme

KoKiers, kita tentu sudah tahu dan sering banget membaca, mendengar kata “cemburu” bukan saja para dewasa, anak-anak saja sudah fasih dengan kata yang satu ini. Apakah anda pernah merasa cemburu.? Atau dicemburui.? Menurut anda, cemburu itu boleh ada, atau harus kita musnahkan dari kehidupan ini.?  Mari kita berbagi cerita yook seputar kata “cemburu” 

Mamak Zev, AsMod yoo donk sekali-kali ikutan memberi pendapatnya di KoKo, gimana menurut mamak dan Asmod..cemburu itu opo toh..? 


Ternyata banyak orang menggunakan ‘cemburu’ untuk mendapat kepuasan jiwanya, berkat ‘cemburu’ banyak mendapat Big O, bahkan multi orgasme yang bisa sampai berhari-hari, mau?  Nggak percaya..? Ini  benar lho..!..simak deh pengalaman yang saya tulis di artikel ini.  


Cemburu = tandanya cinta banget?


Banyak pendapat bilang, cemburu tandanya cinta..! maka pasangan yang tidak punya rasa cemburu, perlu dipertanyakan tuh cintanya. .hahahaaaa.. bener nggak sih..? kalau ini ditanya pada saya, sediih hiks.. hiks.. soalnya suami saya tidak pernah cemburu..! busyet deh apa bener dia tidak mencintaiku.? (iih kayak nulis skrip naskah sinetron hahahaa)

Pernah sih saya tanya pada suami, sepertinya kamu tidak punya rasa cemburu sama sekali, apa kamu ini beneran tidak punya rasa itu? Apa disimpan / dipendam sendiri dan pintar banget menyembunyikannya sampai saya tidak pernah merasakan kecemburuanmu.!  Teman-teman sekerjaan sih bilang, duuh kamu ini beruntung banget punya pasangan yang tidak pernah cemburuan, jadi kamu bisa berkembang sebagai manusia dan bisa sukses kariermu.


Atas pertanyaan itu, suami saya menjawab.. kamu mengerti nggak..? Difinisi terdalam dari kata ‘cemburu’, kenapa saya tidak pernah merasa cemburu, sekarang malah minta saya cemburu agar kamu merasa saya cinta, dengan porsi yang banyak terhadap dirimu.?


Bagi saya : perasaan cemburu, benar  merupakan ekspresi adanya cinta,  tetapi itu bukan cinta terhadap pasangan kita,  tetapi lebih dimaksud cinta kepada diri kita sendiri,  yaitu takut kehilangan orang yang dicintai.! Takut pasangan kita direbut orang lain, takut diri ini disaingi orang lain yang jatuh cinta pada pasangan kita. Nah karena saya sangat percaya dan sangat tahu, kamu tidak akan meninggalkan saya, dan saya tidak akan pernah kehilangan kamu, karena pengertian dan cintakasih kita berdua sudah bertumbuh dengan sangat kuat dan tidak perlu lagi, intrik- intrik yang mengekspresikan kalau saya ketakutan kehilangan kamu.!

Nah disitulah letak difinisi cemburu, yang membuat saya tidak perlu membuat diri sendiri capek hati dengan cemburu dan mencemburui.! 

Ooh oooh saya melongo mencoba meresapi kata demi kata yang keluar dari mulut suami sendiri.! ooh begitu toh... arti cemburu bagimu..? Benar juga yah.. saya juga baru sadar diri, mungkin karena berpikir dengan difinisi yang sama atas  kata ‘cemburu’ ini, maka selama ini saya juga tidak pernah cemburu pada perempuan lain yang ada dilingkup kerja suami, karena saya memang tahu banget, suami saya tidak akan hilang.. suami saya tidak akan pergi meninggalkan diri saya demi perempuan lain.!


Mungkin berbekal pikiran ini, maka saya selalu tenang saja, dengan keadaan suami saya yang seharian dikantornya, bersama banyak karyawannya yang cantik-cantik dan muda usia,  dan terkadang harus pergi ke LN bersama teman2 kantornya untuk urusan kerja, malah saya yang membantu mempersiapkan kebutuhan mereka yang akan pergi, terkadang saya yang mengantar dan menjemput ke bandara, perasaan nyaman-nyaman aja, malah berdoa agar mereka sampai dan pulang dengan selamat, sukses dalam pekerjaannya.


Pasangan = Hak Milik Gue..!


Atas keadaan ini saya berkesimpulan, perasaan cemburu pada pasangan, karena memang akibat ketakutan kehilangan dirinya, atau ada rasa iri pada orang yang dicurigai sebagai saingan, sehingga menimbulkan rasa tidak Percaya Diri, pada keadaan dan kemampuan diri sendiri, dan menimbulkan persaingan didiri sendiri, jadi ketakutan sendiri, benar ngak.?. (ini, pendapat pribadi lho, kalau kokiers punya pendapat lain, silahkan tulis di KoKo)


Menjadi pasangan suami istri atau baru sekedar pacaran, jika berdasarkan ketakutan ditinggalkan, takut pasangan beralih mencintai orang lain, membuat kita lelah dan depresi sendiri. hal ini menjadi rumah tangga tidak enak, sebab kemana saja pasangannya pergi selalu timbul rasa takut kehilangan dia. Sampai-ada teman yang rela lho jadi tukang nyuci mobil suaminya, supaya punya alasan untuk mencari “secarik bukti” yang mungkin terjatuh di dalam mobil. Banyak istri memegang uang / harta/ aset suaminya 100%, dan keuangan suaminya dijatah seperti anaknya yg masih SD. Kalau minta uang lebih ditanya untuk apa dan mengapa...? Istri model begini pikir, kalau suami tidak punya uang, maka tidak akan bisa berbuat apa-apa diluaran, duuh kasihan
deh loe..! hahaaaa.

Survey membuktkan, para suami yang diperlakukan demikian, diluar rumah menjadi ‘buas’, seolah secara kejiwaan dia mau memperlihatkan “Saya ini laki-laki yg bisa berbuat apa saja”, tapi didepan istrinya selalu mengalah, karena tidak mau ribut apalagi cerai, apalagi kalau sudah ada anak dalam pernikahan, maka formalitas status dipertahankan, jadilah pernikahan ‘sakit’.


Banyak pasangan yang terjebak ego, maka begitu menjadi istri atau suami, menjadi orang yang seolah menjadi “pemilik” dari diri pasangannya. Kita mungkin harus mikir baik-baik sebelum kasih leher untuk diikat dengan tali pernikahan dengan orang yang bertindak sebagai “bos” atau “pemilik barang”.   Jadi pasangan dilihat sebagai “Hak Milik”, sedangkan PIL atau WIL nya pasti bilang sebagai “Hak Guna Bangunan”
hahahaha, jadi hanya pinjam dan pakai aja, ntar dikembalikan utuh.!, tidak dimiliki dan dibiayai perawatannya.

Kecemburan yang berdasar egoisme ini jadi menciptakan jarak pada keakraban jiwa, dan tanpa respek pada pasangan. Bahkan  efeknya pasangan tak dapat berkreativitas, maka pasangan yang cemburuan, sangat mempengaruhi prestasi hidup dan karier pasangannya, keduanya menelurkan teror (perkosaan jiwa) menimbulkan rasa tidak ada ‘kebebasan’/ kepercayaan kepada yang lain,  tetapi sekaligus mendapat perasaan keamanan supaya tidak di tinggalkan, walaupun terkadang hanya sebatas fantasi, atau kenyataan semu saja..

Cemburu berdasar ‘Hak Milik” bukan aja monopoli prilaku perempuan, sebagai contoh, pada awal tahun 2004 saya kenal seorang klien yang cantik sekali di usianya 52 tahun, dia terlihat seperti baru berumur 35 tahun, saat dia perlihatkan fotonya yang dibuat 15 tahun lalu, yang saya kira itu foto mamanya.


Dia bercerita foto lama tersebut, waktu masih hidup dengan suami yang dulu, sampai dia kena stroke mendadak, 4 tahun hidup menderita dengan kelumpuhan, karena selama pernikahannya, sang suami sangat pencemburu,  merasa istrinya cantik sekali, maka setiap ada kolega atau klien, selalu dicurigai, begitu juga karena karier istri yang bagus dan penghasilan yang lebih tinggi sudah membuatnya geram,  maka istrinya ditekan harus menurut apa kemauan dan semua peraturan yang dia buat, sang istri bertahan dalam depresi dan frustasi.. dia bertahan dengan pernikahannya demi 2 orang putri yang masih balita.

Akhirnya suatu pagi dia terbangun dengan kelumpuhan, dalam depresi dan putus asa karena kelumpuhan, maka setiap hari berdoa serta berharap jika Tuhan memberi dia kesembuhan, akan segera bercerai.!  Akhirnya kesembuhan terjadi, dia segera mengurus perceraiannya dan sekarang menjadi wanita karier yang sukses dan awet muda berkat kekuatan hati, melepaskan diri dari suami pencemburu yang egois..!

Hidup di Indonesia, itu sangat enaaaaaaaaak lho..!


Saya punya pengalaman dengan sepasang suami istri yang menggunakan ‘cemburu’ untuk meraih orgasme hahahaaa... supaya runut ceritanya, saya harus ceritakan hal lain dulu gimana hal itu terjadi, inilah kisahnya.


Menurut saya pribadi, bolehlah dikatakan “seperti katak dalam tempurung” karena saya tidak pernah merasakan ‘surga’nya hidup di LN, maka saya mengatakan hidup di Indonesia itu sangat enaaaaak..! mulai dari cuacanya yang cocok karena cukup 2 musim, itu sangat membantu saya yang mempunyai masalah dengan tulang yang tidak sebagus punya orang,  jadi kalau saya tinggal di LN aduuh bayangin dinginnya aja, sudah gemetaran sendiri.! Kecut hati ini.  Dilanjutkan dengan penghasilan tambahan yang kapan aja bisa diperoleh.


Sebagai contoh, di Bogor itu buah pisang sangat banyak, harga beli 1 sisir dengan beli 1 tandan, tentu harganya sangat jauh berbeda, nah saya beli 1 tandan, saya goreng semua.! Dan sisakan 1 piring untuk keluarga, selebihnya yang sangat banyak, taruh di meja kecil depan rumah dengan tulisan besar “Jual Pisang Goreng”, sore harinya sudah lumayan bisa menghitung duit sebagai keuntungan, yang didapat dari jual pisang goreng dadakan itu.! Lumayan buat beli gincu dan parfum merk ‘si nyong-nyong’ hahahaa. Tentu hal ini tidak akan bisa dilakukan di negara lain, bukaaaan..?.. jual pisang goreng, jual asinan, jual keripik dsb didepan rumah, tidak usah pakai SIUP
mbooo.! Juga tidak pake dipajak,  juga ngak perlu punya NPWP. Prinsipnya asal mau kerja extra, dan tau caranya, walaupun kecil-kecilan, penghasilan bisa didapat terus, halal lagi.!

Waktu sebelum kerusuhan Mei ’98....saya sangat sibuk dengan dagangan sembako yang dikelola bersama ibu-ibu PKK se RT, se RW se Kecamatan, se Kelurahan, juga mengelola Posyandu dan saya bersama beberapa tetangga mulai menularkan kegiatan ini, dengan membimbing kegiatan ini pada ibu-ibu PKK ditempat lain, bahkan dikota lainnya, jadi lumayan sibuk..! tapi begitu kerusuhan terjadi, kegiatan ini terhenti total, banyak keluarga yang  alami PHK dan memilih pulang ke kampung halaman dan sebagainya.!  Banyak orang stroke mendadak, banyak orang masuk ICU, banyak pula keluarga yang jadi bercerai karena tidak mampu mengatasi frustasi masing-masing.
Zaman ini pasien di klinik atau RS besar antri panjang, banyak orang sakit fisik dan sakit jiwa mendadak, frustasi dan depresi berat sampai menyebabkan banyak menderita sakit psikosomatik.

Berdasarkan keadaaan ini, teman saya seorang psikater dan seorang dokter akupunktur herbalis yang kebanjiran pasien, memberi pekerjaan untuk saya, agar menerima curhat para pasiennya, istilah kerennya, saya jadi konsultan untuk klien-klien yang bermasalah sekitar ‘problem relasi’, saya ingat Tuhan sudah memberi saya perpanjangan hidup, dimana saya sembuh dari kanker stadium 4, dan sekarang saya harus mengamalkan sisa hidup saya untuk menolong orang, dengan cara dan apa yang saya mampu, jadi mulailah saya alih profesi dari pedagang ‘berkaki seribu’ menjadi konsultan pernikahan, prinsif dan motivasi kerja saya, "Semakin banyak pernikahan bisa diselamatkan.!" 

Sekali lagi inilah enaknya Indonesia..! asal bisa diyakini oleh klien terbukti BAGUS hasilnya, maka ijazah tidak dipermasalahkan, jadi semakin hari, karena promosi dari mulut kemulut, membuat banyak klien yang datang ke rumah, lumayan saya mulai praktek seperti ‘dokter’, tarif dipasang perjam konsultasi, akhirnya yang daftar harus dibatasi, karena 7 jam kerja sehari selalu penuh, terisi dengan pasangan-psasangan yang datang.  

Kegiatan ini berlangsung dengan nyaman, penghasilanpun lumayan, dan karena saya hobi menulis, maka kalau malam hari, mulailah saya buat artikel demi artikel berdasarkan problem para klein, dan bagaimana solusinya menurut pikiran yang saya mampu, semua saya tuangkan dalam bentuk tulisan, saya kirim ke media-media dan ternyata semua ditayangkan, akhirnya saya diberi kesempatan untuk mengasuh Rubik psikologi suami istri, di satu Koran yang terbit di Jakarta dan beberapa majalah.. hahahaha sekali lagi, inilah enaknya hidup di Indonesia, yang bisa memberi kesempatan pada orang yang mau belajar dan berani memberi bukti kerja dengan hasil nyata, bukan janji-janji muluk melalui lembaran ijazah ketika melamar kerjaan.


Sekarang profesi saya bertambah lagi menjadi penulis koran dan majalah dadakan, pembaca sangat banyak dan respon bagus, maka sampai sekarang saya punya email khusus pembaca yang kalau tidak dibuka sehari aja, duuh sudah bertumpuk, karena email tersebut disatukan untuk beberapa Web yang saya aktif menulis.


Menciptakan cemburu, berhadiah Orgasme


Kembali pada cerita, banyak klien yang konsultasi / curhat tentang masalah seputar frustasi dan lainnya, diantara klien langganan yang datang ada sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi, mereka sudah punya mantu, tapi pasangan ini minta ampun deh tingkah lakunya.!  saat menunggu antrian jika mereka datang masih giliran orang lain, disitulah saatnya mereka berantem.. begitu hebatnya mereka mencaci maki, saling menuduh, menyalahkan pasangannya, sampai anak saya yang bungsu sering menangis ketakutan, karena bingung melihat orang beramtem, sementara seumur hidup dia tidak pernah lihat ortunya beratem sampai heboh gitu. 
Saya prihatin dengan keadaan ini, mereka orang berpendidikan tinggi, bahkan keduanya mempunyai kedudukan puncak di organisasi masing-masing, tapi kelakuan. Hupsssss heboh..!  Ternyata pendidikan dan status sosial bukan jaminan orang jadi hebat dalam arti positif.! Sorry KoKiers saya ngomel sebentar yah..!

Suatu hari sesudah banjir besar melanda Jakarta (kalau tidak salah ingat, ini thn 2002), sang suami dari pasangan ini, menelepon saya mengatakan, ingin titip mobilnya, kebetulan halaman rumah saya cukup luas untuk parkir beberapa mobil, dia beralasan, takut kebanjiran lagi karena hujan masih terus turun. Saya yang lugu, dengan manis mempersilahkan mobil BMW si bapak ini ditaruh depan rumah, tentu hal ini saya sudah minta izin juga pada suami.


Setelah  mobil tersebut menginap di rumah saya sekitar 3 hari, tahu-tahu sang istri menelepon dengan satu handrikan... “Sudah berapa kali kau tidur dengan suamiku, maka kamu dapat hadiah BMW yang baru aja 1 bulan kami beli.!”


Ayooo KoKiers, kena serangan jantung gak..? kalau anda ada diposisi saya..? busyet deh, apa maksud si nyonya ini..? koq dikasih titip mobil gratis, lho malah saya dicaci maki dengan tuduhan kotor gitu.!  Saya jelaskan pada nyonya yang kalap dengan caci maki ini, bahwa suaminya baik-baik menitip mobil mewahnya karena alasan takut kebanjiran lagi, hupsss segala cara saya jelaskan, tapi suara ‘gagak’ sang nyonya yang memberondong sumpah serapahnya tidak bisa dilawan. Jadi terpaksa 
braaaak gagang telepon dibanting, ditutup aja, pusiiiiiiiiing..!

Saya telepon suami untuk memberitahu ada kejadian ini, dan vonisnya saya harus BERHENTI terima klien di rumah.!  Suami saya jadi marah dengan kejadian ini, dan dia menelepon si bapak untuk segera mengambil mobilnya.  Apa yang dikatakan si bapak ini...? dia bilang... “santai aja pak, itu istri saya harus di-shock terapi, saya katakan, ibu (maksudnya, diri saya)  dihadiahi BMW mereka, maksudnya supaya sang nyonya ini cemburu.!”


Menurut pengalaman si bapak, kalau sang nyonya cemburu karena suaminya ada main atau ditaksir perempuan lain, maka nyonya ini jadi baik sama suaminya, dan sang suami menikmati rasa cemburu istrinya dengan happy karena dapat servis ‘istrimewa’.!  Jika sedang ML sang nyonya akan mengatakan: “Kamu dapat apa dari perempuan itu..? Saya jauh lebih top darinya, lihat nih saya bisa servis kamu begini dan begitu”  Oooh rupanya pasangan ini dapat orgasme ego sekaligus orgasme kelamin, berdasarkan kecemburuan.!
Busyet deh.....nasibku jadi kambing hitam.. oh nasib..! jelek nian..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN KOMENTAR